|
| |
| |
| |
| |
| |
| What Is The Gospel? Duncan Heaster |
|
Available in over 50 languages: |
|
Apakah Injil itu?Kami senang melihat Anda telah meluangkan waktu mempertimbangkan pesan-pesan dari Injil. Mungkin Anda jenis orang yang taat beragama. Pergi ke gereja, melaksanakan upacara-upacara agama, mengikuti berbagai tradisi. Dalam hal ini kita dapat sepaham. Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan berdiam di dalam hati manusia – pria dan wanita - yang mendengarkan firmanNya. Namun, upacara-upacara yang boleh kita ikuti seharusnya adalah yang telah dengan gamblang dijelaskan dalam Alkitab – namun jumlahnya tak tercantum banyak dalam Alkitab. Baptisan selam dalam air yang telah diterima, dan upacara pemecahan roti setiap Minggu untuk mengenang Yesus adalah dua yang utama dari upacara-upacara itu.
Jadi, bisakah saya mulai dengan mengajukan pertanyaan, Apakah Injil itu?
Abraham dipastikan akan memiliki seorang anak laki-laki yang akan menjadi sumber berkat bagi seluruh dunia. Sekarang, cara memahami Alkitab adalah dengan melihat bagaimana Alkitab itu sendiri mengutip dirinya sendiri dan memberi kita penafsirannya. Firman Tuhan yang baru saja kita baca inipun dikutip di dalam Perjanjian Baru – dalam Kisah Para Rasul 3:25,26. Mari kita baca dan temukan penafsirannya. Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham: Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati. Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu. Jadi, siapakah keturunan Abraham? Yesus. Dan berkat-berkat apa yang diberikannya
bagia manusia – pria dan wanita - di seluruh dunia? Berkat pengampunan
atas dosa dan berkat keselamatan. Mari kita baca lebih lanjut ke Galatia
3:16 Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.
Jadi, hanya mereka yang telah dibaptis ke dalam Kristuslah yang boleh menjadi bagian dalam janji-janji Allah – yakni janji hidup kekal di Bumi. Inilah sebabnya kita harus dibaptis jika kita ingin diselamatkan! Paulus berkata bahwa pengharapan seperti ini disebut “pengharapan Israel” (Kisah Para Rasul 28:20). Saat Paulus menghadapi ajalnya, pengharapan seperti inilah yang menjadi pengharapannya – pengharapan Israel. Lalu, apakah baptisan itu? Pembaptisan bukanlah pemercikan. Kitab Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani, dan kata yang diterjemahkan menjadi “baptis” dalam bahasa Yunani artinya “dicelup”. Kata ini sama seperti kata yang digunakan untuk menggambarkan sebuah perahu yang karam, tenggelam, atau seperti secarik kain yang dicelup ke dalam bahan warna, agar berubah dari satu warna ke warna lain, dengan cara diselamkan atau ditenggelamkan. Mari kita lihat Matius 3:13-16: Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis
olehnya. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu
dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?" Lalu Yesus menjawab,
kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah
sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun
menuruti-Nya. Yesus “turun ke dalam air” kemudian “keluar dari air”. Yesus dibaptis
sebagai seorang pribadi dewasa, bukan sebagai seorang bayi; dan dalam
bentuk diselamkan, bukan diperciki. Itu sebabnya pula, pembaptisan Yesus
dilakukan di sebuah sungai. Yesus telah dibaptis, dan demikianlah pula
kita seharusnya. Tindakan tenggelam lalu timbul kembali ini menjadi pralambang
wafat dan kebangkitan Yesus, dan bahwa kita telah menjadikannya sebagai
wafat dan kebangkitan kita sendiri. Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. Itulah sebabnya kami menghimbau agar Anda dibaptis – jadikan satu hal
ini sebagai tujuan hidup Anda, untuk menerima Yesus Kristus! Dengan dibaptis
di dalam Yesus, kita menjadi bagian dari pribadiNya, dan oleh karena itu
janji Allah akan berlaku pula bagi kita. Oleh karena itu, saat Yesus datang
kembali, kita akan dibangkitkan, menerima pengadilan dan kemudian, bila
kita hidup setia sesuai Firman Tuhan, kita akan diberi hidup yang kekal
yang saat ini ada padaNya. Kemudian kita akan hidup kekal selamanya di
dalam Kerjaan Allah di muka bumi. Bila Anda mempercayai hal ini, maka
hidup Anda akan memiliki makna yang baru. Apapun masalah dunia yang kita
alami, kita akan menyadari bahwa semua itu bersifat sementara, dan saat
Kristus datang kembali ke dunia, Dia akan memberi kita hidup yang baru,
hidup yang kekal. Itulah sebabnya di dalam Alkitab dan di dalam Kristus
terdapat PENGHARAPAN yang sejati. Pengharapan di masa depan kita itu begitu
luar biasanya sehingga segala beban masalah saat ini akan terasa sedemikian
kecil. Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut. Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani. Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai. Perhatikan bahwa dalam penyampaian di sini, iblis bukanlah seekor binatang
ataupun seekor naga. Di sini iblis digunakan sebagai personifikasi dosa.
“Sebab upah dosa ialah maut” (Roma 6:23), tetapi di sini kita membaca
bahwa “iblis” itu “memiliki kuasa maut”. Kita semua perlu bergumul melawan
sifat-sifat kita sendiri, bukan bergumul melawan makhluk-makhluk yang
tak kasat mata di luar diri kita. Ayat 14 menyebutkan hal yang sama ini
beberapa kali – Dia sendiripun demikian juga, mengambil rupa dan sifat-sifat
yang sama seperti kita. Akan tetapi, kebanyakan kelompok agama “Kristen”
mengajarkan adanya tiga Tuhan dalam satu tritunggal, dan salah satunya
adalah Yesus. Tapi sesungguhnya bukan demikian yang dikatakan oleh Alkitab.
Dan menurut kitab Ibrani, sangatlah penting bagi kita untuk meluruskan
pemahaman kita tentang Yesus. Sesungguhnya Yesus memiliki keserupaan sifat
dengan kita. Penulis kitab Ibrani menegaskannya sampai 4 kali! Yesus bahkan
mengalami dicobai seperti kita. Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. Ini berarti Yesus memiliki sifat manusiawi kita. Tuhan tak bisa dicobai, tetapi Yesus dicobai, begitulah menurut kitab Ibrani. Jadi, Yesus bukanlah Tuhan sendiri. Yesus adalah manusia, Anak Allah, yang secara kelahiranNya merupakan keturunan Daud dan Abraham, melalui Maria. Demikian pula kenyataan bahwa Tuhan tidak dapat dilahirkan, tetapi Yesus dilahirkan. Tuhan tidak dapat mati, tetapi Yesus pernah mati. Kita tak dapat melihat rupa Tuhan, tetapi manusia dapat melihat dan memegang Yesus. Demikian pula Yesus tidak ada sebelum kelahiranNya. Yesus adalah anak Allah melalui Maria. Marilah kita lihat Lukas 1:31-35: Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Perhatikan bahwa kalimat-kalimat dalam ayat ini menggunakan bentuk kalimat akan datang! “Dia akan disebut kudus, Anak Allah”, “Engkau (Maria) akan mengandung” – di sinilah awal kehadiran Yesus, meskipun gagasannya, atau simbol-simbol Yesus, telah ada bersama Tuhan sejak awal. Perhatikan bahwa Maria hanyalah seorang wanita biasa. Yesus adalah keturunan Abraham dan Daud, dan ini hanya mungkin terjadi bila yang berperan sebagai ibu adalah keturunan mereka juga. Bila Yesus adalah Tuhan maka Maria adalah ibu Tuhan, dan tentunya dia bukan sekedar wanita biasa. Bila seperti yang Alkitab ajarkan bahwa Yesus adalah Anak Allah dan juga “anak manusia” sebagai keturunan Abraham dan Daud melalui Maria, maka jelas bahwa Maria hanyalah seorang wanita biasa. Jadi hanya ada dua pilihan, ya atau tidak – apakah ini merupakan sistem kebenaran sejati, ataukah sistem kebenaran yang salah. Sangat penting bagi kita untuk mempercayai sesuatu yang benar, karena doktrin-doktrin dapat mempengaruhi cara hidup kita. Mari kita lihat Ibrani 4:15,16: Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. Karena Yesus memiliki sifat-sifat kita, maka kita dapat dengan amat yakin berdoa kepada Tuhan melalui Dia. Kita tidak memerlukan imam manusia, gedung gereja ataupun pendeta agar doa-doa kita dapat diterima. Jadi, saya akan meringkas hal-hal yang telah kita bicarakan dalam mencari
jawaban terhadap pertanyaan – Apakah Injil Itu? 2. Yesus adalah Anak Allah, bukan Tuhan Allah itu sendiri; Yesus tidak
ada sebelum Dia dilahirkan. Yesus telah menempuh segala cobaan dan pengalaman
hidup manusia, namun Dia tak pernah jatuh dalam dosa. Yesus memberikan
hidupNya melalui kematian yang sangat menyakitkan, Namun, karena Dia tidak
pernah berdosa, Allah membangkitkannya dari mati. 3. Melalui pembaptisan ke dalam Kristus, yakni baptis selam sebagai seorang
dewasa, kita dapat berbagi wafat dan kebangkitanNya. 4. Jadi, ketika Yesus Kristus datang kembali, kita akan dibangkitkan,
diadili dan dikaruniai kehidupan kekal di dalam KerajaanNya – yang akan
berada di sini di muka Bumi. Kerajaan ini akan seperti keadaan dunia di
masa Taman Eden, saat Allah pertama kali menciptakan manusia – dan bahkan
keadaannya akan lebih baik. Segala persoalan yang sekarang ada di Bumi
– peperangan, kelaparan, kesedihan, bahkan kematian itu sendiri, akan
berakhir – selamanya. 5. Setelah detik kematian, kita akan berada dalam kondisi tak sadar –
“neraka” akhirnya hanya akan berarti “kuburan”. 6. Jiwa itu tidak kekal; kita diciptakan dari debu dan akan kembali ke
debu. Roh adalah kekuatan kehidupan di dalam diri kita, yang akan diambil
kembali oleh Tuhan saat kita mati. Kita tidak akan berlangsung hidup dalam
bentuk kesadaran apapun setelah kematian kita. 7. ‘Setan’ atau ‘Iblis’ adalah lambang keinginan-keingianan jahat manusia
di dalam diri kita, yang harus kita perangi; setan atau iblis bukan nama
seekor naga atau monster. Tuhan berkuasa penuh 100%; Tuhan tidak berbagi
kuasaNya dengan ‘setan’. Segala persoalan hidup kita datang dari Tuhan,
bukan dari setan dan oleh karena itu segala persoalan hidup itu mempunyai
tujuan positif bagi kita. 8. Dengan membaca sendiri Alkitab kita, maka kita akan dapat menemukan
jalan kebenaran sejati menuju Tuhan. Duncan Heaster MARI BELAJAR MEMBACA ALKITAB SECARA EFEKTIF Nama:_____________________________________________________ Alamat:___________________________________________________ Bahasa: ___________________________________________________ Kirimkan ke: Duncan Heaster THE INDONESIAN TRANSLATION OF “WHAT IS GOSPEL?”
What Is The Gospel? Apakah Injil itu? The Bible Companion: BERJALAN DENGAN ALKITAB KATA PENGANTAR [Preface] JADWAL PEMBACAAN ALKITAB HARIAN [Bible reading tables] Introducing Bible Basics Chapter 1 PELAJARAN 1: KITAB SUCI Chapter 2 PELAJARAN 2: ALLAH Chapter 3 PELAJARAN 3: RENCANA DAN TUJUAN ALLAH Chapter 4 PELAJARAN 4: KEMATIAN Chapter 5 PELAJARAN 5: JANJI-JANJI ALLAH Chapter 6 PELAJARAN 6: TUHAN YESUS KRISTUS Chapter 7 PELAJARAN 7: JANJI ALLAH KEPADA DAUD Chapter 8 PELAJARAN 8: KEBANGKITAN YESUS KRISTUS Chapter 9 PELAJARAN 9: KEMBALINYA YESUS KRISTUS Chapter 10 PELAJARAN 10: INJIL Chapter 11 PELAJARAN 11: PEMBABTISAN Chapter 12 PELAJARAN 12: KERAJAAN ALLAH Bible Basics: KEBERADAAN ALLAH |