|
|
|
|
|
| Other Literature In Indonesian |
|
|
What Is The Gospel? Apa yang merupakan Injil?
The Bible Companion: BERJALAN DENGAN ALKITAB KATA PENGANTAR [Preface] JADWAL PEMBACAAN ALKITAB HARIAN [Bible reading tables]
Introducing Bible Basics Chapter 1 PELAJARAN 1: KITAB SUCI Chapter 2 PELAJARAN 2: ALLAH Chapter 3 PELAJARAN 3: RENCANA DAN TUJUAN ALLAH Chapter 4 PELAJARAN 4: KEMATIAN Chapter 5 PELAJARAN 5: JANJI-JANJI ALLAH Chapter 6 PELAJARAN 6: TUHAN YESUS KRISTUS Chapter 7 PELAJARAN 7: JANJI ALLAH KEPADA DAUD Chapter 8 PELAJARAN 8: KEBANGKITAN YESUS KRISTUS Chapter 9 PELAJARAN 9: KEMBALINYA YESUS KRISTUS Chapter 10 PELAJARAN 10: INJIL Chapter 11 PELAJARAN 11: PEMBABTISAN Chapter 12 PELAJARAN 12: KERAJAAN ALLAH
Bible Basics: KEBERADAAN ALLAH
1.1
KEBERADAAN ALLAH
“Sebeb barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah
ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari
dia. (Ibr.
11:6). Tujuan dari pelajaran ini adalah untuk membantu bagi yang ingin mendekat
kepada Allah, dengan terlebih dahulu harus mempercayai bahwa Allah ada. Oleh
karena itu kita tidak akan membahas tentang
fakta-fakta yang mendukung keberadaan Allah. Memeriksa struktur tubuh yang
rumit (Mzm. 139:14), pertumbuhan suatu bunga yang dapat kita lihat dengan jelas
sekali, kita dapat melihat langit yang luas dan tak berujung pada malam yang
cerah, hal-hal ini dan hal-hal lain di dalam kehidupan yang dirancang dengan
begitu cermat, tentu akan mengherankan bagi golongan atheis. Untuk
percaya bahwa Allah tidak ada, dibutuhkan suatu keyakinan yang teguh daripada
mempercayai bahwa Allah ada. Tanpa Allah, tidak akan ada perintah, tujuan, atau penjelasan tentang akhir
dari alam semesta ini. Dan yang terjadi adalah seperti yang dicerminkan di
dalam kehidupan seorang atheis. Menyikapi masalah ini tidaklah mengejutkan jika
banyak orang mengakui dengan sungguh tentang keberadaan Allah. Bahkan di dalam
lingkungan sosial, dimana materialisme telah menjadi ”Allah” bagi banyak orang.
Tetapi, ada perbedaan yang luas antara percaya bahwa ada kekuasaan tertinggi
dengan percaya bahwa Allah akan memberikan upah bagi yang mencarinya. Ibr. 11:6
menjelaskan;
kita harus
percaya bahwa Allah ada
DAN
bahwa Allah
memberi upah kepda orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.
Banyak keterangan
di dalam Alkitab yang menceritakan sejarah Allah orang Israel; berulang kali
dijelaskan bahwa kepercayaan mereka akan keberadaan Allah tidak sesuai dengan
kepercayaan mereka akan janji-janji Allah. Mereka telah diperingati oleh Musa,
pemimpin mereka ”Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa
Tuhanlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang
lain. Berpeganglah pada ketetapan dan perintahNya yang kusampaikan kepadamu
pada hari ini, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, dan
supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan, Alahmu, kepadamu untuk
selamanya.” (Ul. 4:39,40) Demikian juga yang terjadi pada saat ini, kita
mengakui keberadaan Allah tapi, bukan berarti kita menerima Allah. Jika kita
sungguh-sungguh setuju bahwa kita mempunyai pencipta, kita harus ”berpegang
pada ketetapan dan perintahNya”. Inilah tujuan pelajaran ini, untuk menjelaskan
apa saja perintah Allah adn bagaimana untuk melaksanakannya. Seiring dengan
penyelidikan kita di dalam tulisan kudus tentang bagaimana cara melaksanakannya, maka iman kita akan semakin
kuat sehubungan dengan keberadaan Allah.
”Iman timbul
karena mendengarkan firman Allah” (Rm. 10:17)
Yesaya 43:9-12
menjelaskan tentang nubuat-nubuat Allah mengenai masa depan yang akan membuat
kita mengakui bahwa ”Akulah Dia” (Yes. 43:13). Nama Allah adalah ”Aku adalah
Aku” (Kel. 3:14). Ketika Rasul Paulus datang ke Berea, sekarang terletak di
sebelah utara Yunani. Seperti biasanya dia memberitakan Injil (kabar baik)
Allah; tetapi orang-orang disana tidak menerimanya begitu saja apa yang telah Paulus
ajarkan. Mereka menerima firman (dari Allah, bukan Paulus) dengan rendah hati
dan menyelidiki tulisan-tulisan kudus setiap hari, untuk mengetahui apakah
benar demikian, banyak dari antara mereka yang menjadi percaya (Kis. 17:11,12).
Mereka percaya karena pikiran mereka yang terbuka, dengan rutin (setiap hari)
dan menurut urutannya (hal-hal yang diajarkan) diselidiki di dalam
tulisan-tulisan kudus. Allah tidak memberikan iman yang benar secara tiba-tiba
kepada seseorang, seperti suatu pencangkokan hati secara rohani. Hal demikian
tidak selaras dengan firman Allah. Jadi, bagaimana dengan orang-orang yang
mengikuti jalan perang salib Billy Graham atau kebangkitan Pantekosta yang
berkumpul kembali sebagai ”orang-orang yang percaya?” Seberapa seringkah mereka
menyelidiki Alkitab? Mengapa banyak yang mengundurkan diri dari gerakan
penginjilan? Kurangnya pemahaman terhadap Alkitab mengakibatkan seseorang
berpindah-pindah dari suatu ajaran ke ajaran yang lain.
Pelajaran ini
menyediakan suatu pola yang sistematis dalam mempelajari Alkitab. Hubungan
antara mendengarkan injil yang benar dengan mempunyai iman yang benar sering
dijelaskan di dalam ajaran injil:
§
”Banyak orang-orang di Korintus yang mendengarkan, menjadi percaya
dan dibaptis” (Kis. 18:8)
§
Bangsa-bangsa ”mendengarkan injil dan menjadi percaya” (Kis. 15:7)
§
”Demikianlah kami mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya” (I
Kor. 15:11)
§
Inilah arti perumpamaan itu ”Benih” itu ialah firman Allah (Luk. 8:11); sekiranya
kamu mempunyai iman sebesar biji sawi saja (Luk. 17:6), menjelaskan bahwa iman
tumbuh karena ”firman iman” (Rm. 10:8), ”iman dan ajaran yang sehat” (1 Tim.
4:6), hati yang menerima Allah dan firmanNya (Gal. 2:2, Ibr. 4:4)
§
Rasul Yohanes dalam catatannya tentang Tuan kita, menjelaskan ”Dia berkata
yang benar (kebenaran) supaya kamu percaya” (Yoh. 19:35). FirmanMu adalah
Kebenaran (Yoh. 17:17) supaya kita percaya.